Lihat 6 Tips Kelola Cash Flow dengan Bijak di Sini! - iSeller Blog

Lihat 6 Tips Kelola Cash Flow dengan Bijak di Sini!

cash flow

Sebagai pebisnis, paham akan beragam istilah yang ada di dunia tersebut sudah jadi hal yang wajib untuk kamu lakukan. Misalnya saja, terkait istilah cash flow, yang memiliki definisi jelas dan mendasar pada pengelolaan finansial perusahaan.

Cash flow atau arus kas sendiri bisa kamu pahami sebagai sebuah sistem analisis dari semua perubahan yang mempengaruhi kas dalam kategori operasional, investasi, dan keuangan. Hal ini tercantum dalam sebuah artikel di katadata.com, mengacu pada pengertian menurut Downes & Goodman (1999).

Pada pemahaman lain, arus kas juga didefinisikan sebagai laporan atas arus kas masuk dan arus kas keluar, atau setara kas. Pengertian ini tercantum di Standar Akuntansi Keuangan Nomor 2. untuk mengetahui secara mendalam tentang topik ini, lebih lanjut kamu bisa masuk ke artikel terkait.

Baca juga: Kenalan dengan Arus Kas, Apa Perannya di Bisnis?

Nah agar kondisi keuangan perusahaan tetap sehat dan baik, kamu wajib mengatur pengelolaan arus kas dengan optimal. Beberapa tips yang bisa kamu pakai untuk hal itu adalah sebagai berikut.

1. Perjelas Skala Prioritas di Pengeluaran

Pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan harus punya skala prioritas yang jelas. Dengan begini, apa yang penting akan dapat dilaksanakan sesegera mungkin, dan apa yang tidak terlalu penting bisa ditunda.

Skala prioritas membantu pengeluaran kas lebih terjaga, jadi risiko pemborosan yang mungkin muncul bisa kamu hindari dengan melihat skala prioritas ini.

2. Cermati Biaya Produksi Setiap Saat

cash flow

Dinamika pasar dan industri yang terus terjadi jelas harus kamu amati setiap saat. Hal ini membantu kamu mengetahui perubahan harga bahan baku, yang bisa berpengaruh ke biaya produksi dan total pengeluaran dalam rangka melakukan kegiatan dasar ini.

Mengetahui biaya produksi dengan rinci menjadi faktor penting saat kamu akan menentukan harga jual produk. Harga jual yang tepat, dan perhitungan atas semua promo dan potongan harga, bisa didapatkan lewat perhitungan cermat. Jadi kamu tetap bisa bersaing soal harga dan promo, tanpa mengorbankan biaya produksi yang sudah seharusnya dipenuhi terlebih dahulu.

3. Harga Penawaran Lebih Tinggi

Semakin tinggi keuntungan dari penjualan produk maka semakin banyak pula jumlah kas masuk yang diperoleh perusahaan. Kamu bisa membuat penawaran produk dengan harga yang tinggi untuk memperoleh jumlah keuntungan yang lebih tinggi.

Bisa saja harga ini masih bisa dijangkau pelanggan dan pasar. Tapi ketika ada pelanggan yang menawar, maka harga akhir yang dilepaskan tetap akan berada di atas harga produksi atau harga normal. Jadi, keuntungan yang kamu peroleh tetap lebih besar.

Tapi ingat, strategi ini harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Jangan sampai produk yang dijual harganya terlalu mahal dan justru membuat pelanggan enggan membelinya.

4. Pembelian Ulang dari Pelanggan dan Pasar

cash flow

Tidak hanya melakukan promosi dan penawaran menarik untuk pelanggan baru, kamu juga harus sadar bahwa maintenance hubungan dengan pelanggan lama harus dijaga. Pelanggan lama yang melakukan pembelian berulang terus menerus akan jadi sumber pendapatan yang besar.

Jangan ragu membuat loyalty program untuk pelanggan lama, agar kesetiaan yang mereka berikan juga membuahkan benefit lain untuk sisi mereka.

Pada data yang disajikan di outboundengine.com, disebutkan bahwa untuk mendapat satu pelanggan baru, biaya yang diperlukan adalah 5x lipat daripada melakukan maintenance pada pelanggan lama. Di sisi lain, peningkatan customer retention sebanyak 5% bisa meningkatkan keuntungan sebanyak 25% hingga 95%. jadi jelas ‘kan pentingnya pembelian ulang dari pelanggan setia kamu?

5. Mau Menambah Inventaris? Tunda Dulu!

Menambah inventaris yang diinginkan sebenarnya bisa ditunda, untuk mengurangi jumlah kas keluar yang bakal digunakan untuk pembeliannya. Ingat, hal ini dengan catatan jika inventaris tersebut adalah bentuk keinginan, bukan sebuah kebutuhan yang mendesak atau diperlukan bisnis.

Jika memang inventaris ini tidak memberikan prospek yang bagus pada penambahan profit, maka sebaiknya kamu menunda pembeliannya. Dengan begini, arus kas keluar bisa dijaga dengan ketat dan tidak memberatkan perhitungan akhir.

6. Evaluasi dan Konsistensi dalam Mengelola Cash Flow

cash flow

Dua hal ini memang terdengar sangat klise, tapi kenyataannya, tanpa evaluasi rutin dan konsistensi dalam mengelola cash flow maka kesehatan keuangan perusahaan bisa jadi hanya mimpi.

Evaluasi diperlukan agar kamu bisa terus memonitor bagaimana kondisi arus kas, bagaimana pencapaian target yang sudah ditetapkan, dan langkah apa yang perlu dilakukan agar target tercapai. Sedangkan konsistensi akan jadi kunci jangka panjang pengelolaan ini berhasil atau tidak.

Baca juga: Memulai Bisnis UMKM, Coba 6 Tips Dapatkan Modal Usaha! 

Pengelolaan cash flow yang konsisten dan disiplin akan jadi hal utama agar keuangan perusahaan tetap sehat. Jelas, pencatatan penjualan di setiap kanal secara cermat juga jadi bagian dari urusan ini. Maka dari itu kamu perlu sistem pencatatan yang handal, seperti yang disediakan oleh iSeller.

Urusan inventory, marketing, pembagian workshift, produk, hingga reports & analytics, semua lengkap disediakan oleh iSeller. Hal ini bisa membantu kamu dalam mengelola cash flow secara cermat dan disiplin, sehingga kondisi finansial bisnis bisa semakin baik. Kamu bisa mencoba secara GRATIS dengan klik di sini, dan maksimalkan semua fiturnya!

Published by iSeller Team

Need to grow your business? Contact us at +62-812-1111-8300

Leave a Reply

Discover more from iSeller Blog

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading