Estimated reading time: 5 minutes
Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan layanan drive thru. Saat ini, sistem ini semakin banyak digunakan oleh berbagai jenis bisnis untuk memberikan kemudahan dan kecepatan dalam melayani pelanggan.
Seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis, drive thru menjadi solusi yang relevan untuk menjawab kebutuhan akan layanan yang praktis.
Jika sebelumnya hanya identik dengan restoran cepat saji, kini konsep drive thru juga telah diadopsi oleh berbagai sektor seperti ATM, supermarket, apotek, hingga layanan publik seperti Samsat.
Lalu, apa sebenarnya drive thru dan bagaimana cara memaksimalkannya untuk bisnis Anda? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Table of contents
Apa Itu Drive Thru?
Drive thru adalah sistem layanan yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan dan mengambil produk tanpa harus turun dari kendaraan.
Dengan sistem ini, pelanggan cukup melakukan pemesanan dari kendaraan mereka, menunggu dalam jalur khusus, lalu menerima pesanan secara langsung.
Konsep drive thru pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1930-an. Salah satu layanan drive thru pertama yang tercatat adalah layanan teller bank di St. Louis, Missouri.
Seiring waktu, konsep ini berkembang pesat dan mulai digunakan oleh restoran cepat saji, yang kemudian menjadi pelopor utama dalam popularisasi drive thru secara global.
Di Indonesia, drive thru mulai dikenal luas melalui restoran cepat saji dan kedai kopi internasional. Namun kini, semakin banyak bisnis lokal yang mulai mengadopsi sistem ini sebagai bagian dari strategi peningkatan layanan dan efisiensi operasional.
Keuntungan Layanan Drive Thru bagi Bisnis
Penerapan layanan drive thru tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga menghadirkan berbagai keuntungan bagi pelaku bisnis.
1. Pelayanan Lebih Cepat dan Efisien
Salah satu keunggulan utama drive thru adalah kecepatan layanan. Pelanggan tidak perlu turun dari kendaraan, mencari tempat parkir, atau mengantre panjang. Proses pemesanan hingga pengambilan produk menjadi jauh lebih singkat.
Bagi bisnis, hal ini berarti perputaran pelanggan menjadi lebih cepat, sehingga dapat melayani lebih banyak transaksi dalam waktu yang sama.
2. Meningkatkan Potensi Penjualan
Kemudahan akses membuat drive thru mampu menarik lebih banyak pelanggan, termasuk mereka yang sebelumnya tidak berencana untuk berhenti. Faktor spontanitas ini sering kali mendorong peningkatan penjualan, terutama di lokasi dengan lalu lintas kendaraan yang tinggi.
Selain itu, pengalaman yang cepat dan nyaman juga meningkatkan kemungkinan pelanggan untuk kembali melakukan pembelian.
3. Efisiensi Biaya Operasional
Bisnis dengan layanan drive thru cenderung membutuhkan ruang yang lebih kecil dibandingkan dengan restoran dine-in. Tidak perlu menyediakan banyak meja, kursi, atau dekorasi interior yang mahal.
Hal ini dapat membantu menekan biaya operasional seperti sewa tempat, listrik, hingga biaya perawatan fasilitas.
4. Fleksibel untuk Berbagai Jenis Bisnis
Drive thru tidak hanya terbatas pada industri makanan dan minuman. Dengan konsep yang tepat, sistem ini dapat diterapkan pada berbagai jenis bisnis, mulai dari ritel, farmasi, hingga layanan jasa.
Fleksibilitas ini membuka peluang bagi bisnis untuk berekspansi ke lokasi baru dengan konsep yang lebih ringkas dan efisien.
Strategi Memaksimalkan Layanan Drive Thru

Agar layanan drive thru dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak maksimal bagi bisnis, ada beberapa strategi penting yang perlu diperhatikan.
1. Tentukan Identitas Brand dengan Jelas
Sebelum membuka layanan drive thru, penting untuk memahami target pasar dan positioning brand Anda. Identitas brand yang kuat akan membantu menciptakan pengalaman yang konsisten bagi pelanggan.
Mulai dari desain area drive thru, tampilan menu, hingga cara tim berinteraksi dengan pelanggan, semuanya harus mencerminkan karakter brand Anda.
2. Pilih Lokasi yang Strategis
Lokasi merupakan faktor krusial dalam keberhasilan drive thru. Pilih lokasi yang memiliki arus lalu lintas kendaraan yang tinggi serta akses keluar-masuk yang mudah.
Pastikan juga jalur kendaraan tidak menimbulkan kemacetan dan tetap nyaman bagi pelanggan. Semakin mudah aksesnya, semakin besar peluang pelanggan untuk mampir.
3. Optimalkan Alur Operasional
Kecepatan adalah kunci utama dalam layanan drive thru. Oleh karena itu, alur operasional harus dirancang seefisien mungkin, mulai dari pemesanan, pembayaran, hingga pengambilan produk.
Pastikan setiap tahap memiliki standar waktu yang jelas agar tidak terjadi bottleneck yang dapat memperlambat layanan.
4. Gunakan Peralatan yang Tepat
Peralatan yang digunakan harus mendukung kecepatan dan efisiensi kerja. Pilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan tidak memakan banyak ruang.
Peralatan yang tepat akan membantu mempercepat proses produksi sekaligus menjaga kualitas produk yang diberikan kepada pelanggan.
5. Buat Menu yang Ringkas dan Mudah Diproses
Menu drive thru sebaiknya tidak terlalu kompleks. Fokus pada produk-produk yang cepat disiapkan dan mudah dikonsumsi.
Menu yang sederhana akan membantu mempercepat proses pemesanan sekaligus meminimalkan kesalahan dalam pengolahan pesanan.
6. Bangun Tim yang Responsif dan Ramah
Sumber daya manusia tetap menjadi faktor penting dalam keberhasilan layanan drive thru. Tim yang cepat, responsif, dan ramah akan memberikan pengalaman positif bagi pelanggan.
Selain keterampilan teknis, attitude dan kemampuan komunikasi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses rekrutmen.
7. Gunakan Sistem yang Terintegrasi
Untuk mendukung operasional drive thru yang cepat dan minim kesalahan, penggunaan sistem yang terintegrasi menjadi sangat penting.
Sistem point-of-sale (POS) seperti iSeller memungkinkan pesanan dari berbagai channel langsung masuk ke sistem tanpa perlu input manual. Sehingga pesanan dapat langsung diteruskan ke dapur untuk diproses.
Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh operasional bisnis dapat berjalan lebih rapi, efisien, dan mudah dikontrol.
Kesimpulan
Drive thru merupakan salah satu inovasi layanan yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan akan kecepatan dan kemudahan. Tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, sistem ini juga memberikan berbagai keuntungan bagi bisnis, mulai dari efisiensi operasional hingga peningkatan penjualan.
Namun, untuk memaksimalkan potensi drive thru, diperlukan strategi yang tepat, mulai dari pemilihan lokasi, pengelolaan operasional, hingga penggunaan teknologi yang mendukung.
Dengan menggunakan sistem seperti iSeller, seluruh proses mulai dari pemesanan, pengolahan, hingga transaksi dapat berjalan dalam satu sistem yang terintegrasi. Hal ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga membantu bisnis menjadi lebih terstruktur dan scalable.
COBA GRATIS optimalkan layanan drive thru bisnis Anda dengan iSeller!
Baca Juga:

