Panduan Lengkap Customer Acquisition Cost (CAC) untuk Bisnis - iSeller Blog

Panduan Lengkap Customer Acquisition Cost (CAC) untuk Bisnis

Customer Acquisition Cost (CAC) atau Biaya Akuisisi Pelanggan adalah salah satu metrik penting yang wajib dipahami oleh setiap pemilik bisnis. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, mendapatkan pelanggan baru bukan hanya soal strategi pemasaran yang kreatif, tetapi juga soal efisiensi biaya.

Jika biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan lebih besar dibandingkan nilai keuntungan yang dihasilkan, maka pertumbuhan bisnis akan terhambat. Oleh karena itu, memahami cara menghitung CAC dan strategi mengoptimalkannya menjadi langkah krusial untuk menjaga profitabilitas bisnis.

Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian CAC, cara menghitungnya, komponen biaya yang termasuk di dalamnya, hingga strategi efektif untuk menekan dan mengoptimalkan CAC.

Pengertian Customer Acquisition Cost

Customer Acquisition Cost (CAC) adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan satu pelanggan baru dalam periode tertentu. Biaya ini mencakup seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran dan penjualan.

CAC menjadi indikator penting bagi para pemilik bisnis, investor, dan juga tim marketing. Bagi Pemilik bisnis, CAC digunakan untuk mengukur efisiensi strategi pemasaran. Investor menggunakannya untuk menilai kesehatan dan skalabilitas bisnis, dan tim marketing dan sales menggunakan untuk mengevaluasi efektivitas campaign yang berjalan. Semakin rendah CAC, semakin efisien strategi akuisisi pelanggan yang dijalankan. 

Cara Mengukur Customer Acquisition Cost

Perhitungan customer acquisition cost umumnya dihitung dengan membagi semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pelanggan baru dengan jumlah pelanggan yang diperoleh dalam periode waktu tertentu. 

Rumus:

CAC = Total Biaya Akuisisi Pelanggan / Jumlah Pelanggan Baru 

Contohnya:

Misalnya dalam satu bulan bisnis Anda mengeluarkan total biaya akuisisi sebanyak Rp20.000.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Biaya iklan digital: Rp10.000.000
  • Gaji tim marketing & sales: Rp8.000.000
  • Biaya software marketing: Rp2.000.000

Jika dalam periode tersebut Anda mendapatkan 200 pelanggan baru, maka:

CAC = Rp20.000.000/200 = Rp100.000 per pelanggan.

Artinya, bisnis Anda mengeluarkan Rp100.000 untuk mendapatkan satu pelanggan baru. 

Baca Juga: “Tahu Cara Kelola Data Konsumen? Lihat di Artikel Ini!

Komponen Biaya dalam Perhitungan Customer Acquisition Cost

Agar perhitungan akurat, berikut beberapa komponen biaya yang perlu dimasukkan untuk menghitung indikator Customer Acquisition Cost (CAC).

Berikut biaya-biaya akuisisi pelanggan yang termasuk dalam perhitungan CAC, yaitu:

1. Biaya Pemasaran

Termasuk biaya iklan digital (Meta ads, Google Ads, Tiktok Ads), SEO, content marketing influencer marketing, hingga promosi offline untuk mendapatkan pelanggan. 

2. Gaji Karyawan

Gaji tim marketing dan sales yang terlibat langsung dalam proses akuisisi pelanggan.

3. Biaya Profesional

Biaya jasa desain grafis, konsultan pemasaran, agensi digital, atau freelancer. 

4. Biaya Penjualan

Komisi marketplace, biaya e-commerce, biaya afiliasi, hingga insentif sales. 

5. Biaya Software dan Tools

Ini termasuk semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli, menjalankan, dan mengoperasikan perangkat lunak yang digunakan dalam proses pemasaran dan penjualan. 

6. Biaya Overhead Terkait  

Semua overhead tambahan yang terkait dengan pemasaran dan penjualan, seperti sewa, peralatan, dll. 

Semakin detail Anda menghitung komponen ini, semakin akurat nilai CAC yang diperoleh. 

Mengapa Customer Acquisition Cost itu Penting?

Tim sedang membahas tentang Customer Acquisition Cost pada sebuah perusahaan
Tim sedang membahas tentang Customer Acquisition Cost pada sebuah perusahaan

Setelah mengetahui cara menghitung Customer Acquisition Cost yang tepat, tentu ada manfaat penting yang bisa Anda peroleh saat mengetahui hasil dari CAC. 

Menghitung CAC membantu bisnis untuk:

  1. Mengukur efektivitas campaign pemasaran
  2. Menentukan strategi akuisisi pelanggan yang tepat
  3. Menilai apakah biaya akuisisi masih sehat
  4. Mengoptimalkan alokasi anggaran marketing

Jika CAC terlalu tinggi, margin keuntungan akan menipis. Sebaliknya, jika CAC terkendali, bisnis memiliki ruang lebih besar untuk berkembang. 

Baca Juga: Ternyata Banyak Fungsinya, Kenali Tahapan-Tahapan Cost Control!

Strategi Optimasi Customer Acquisition Cost

Melakukan optimasi CAC memungkinkan perusahaan dapat menekan biaya pemerolehan pelanggan dan meningkatkan keuntungan dalam jangka panjang. 

Inilah strategi optimasi CAC yang bisa Anda terapkan:

1. Menyasar target pasar yang tepat

Anda bisa menyasar produk/layanan pada audiens dan pelanggan yang tepat serta berpotensi akan menggunakan layanan Anda. Sehingga menyasar target market yang sesuai memungkinkan Anda dapat menghemat waktu dan biaya dari biaya yang dikeluarkan. 

2. Mempertahankan pelanggan

Selain mengakuisisi pelanggan baru, mempertahankan pelanggan agar tetap loyal dengan layanan atau produk bisnis Anda juga menjadi hal yang perlu dioptimalkan. Selain itu, para pelanggan yang telah loyal akan senantiasa memberikan komentar positif yang secara tidak langsung dapat menarik pelanggan baru. 

3. Membuka peluang dengan campaign event marketing 

Perusahaan jasa, seperti konsultan, kerap mengadakan seminar atau workshop gratis. Walaupun biaya penyelenggaraan event cukup tinggi, hasilnya bisa tetap efisien. Jika event tersebut menghasilkan beberapa kontrak bernilai besar, maka CAC per pelanggan justru menjadi lebih rendah dibandingkan metode promosi lainnya.

4. Meningkatkan konversi

Yang dimaksud dengan meningkatkan konversi adalah besaran penambahan pelanggan yang diperoleh dari pengunjung yang sama. Semakin meningkat konversinya, maka semakin banyak pula pelanggan yang datang untuk menggunakan bisnis Anda. 

5. Maksimalkan retensi pelanggan

Pelanggan yang sudah ada lebih murah untuk dipertahankan daripada menarik pelanggan baru. Bangun hubungan jangka panjang melalui program loyalitas dan layanan pelanggan yang baik. Upselling dan Cross-Selling bisa Anda gunakan untuk meningkatkan nilai pelanggan dengan menawarkan produk atau layanan tambahan yang relevan.

6. Analisis dan perbaikan berkelanjutan

Lakukanlah evaluasi secara terus-menerus terhadap strategi pemasaran Anda. Gunakanlah data dan analisis untuk mengidentifikasi area-area yang dapat diperbaiki dan terus tingkatkan efektivitas kegiatan pemasaran Anda.

Baca Juga: “Capai Keuntungan Maksimal dengan 5 Strategi Bisnis Ini!

Kesimpulan 

Customer Acquisition Cost (CAC) adalah metrik penting untuk memastikan strategi pemasaran Anda tetap efisien dan menguntungkan. Dengan menghitung CAC secara akurat dan menerapkan strategi optimasi yang tepat, bisnis dapat menghemat anggaran pemasaran, meningkatkan profitabilitas, dan mempercepat pertumbuhan bisnis.  

Namun, untuk benar-benar menekan CAC, Anda membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan seluruh proses bisnis. Mulai dari transaksi, manajemen pelanggan, hingga laporan penjualan dalam satu dashboard. 

iSeller bisa menjadi solusi bagi Anda untuk mengelola data pelanggan secara terpusat, mengoptimalkan strategi promosi berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional melalui sistem POS terintegrasi, serta menganalisis laporan operasional bisnis dalam satu dashboard. 

Semua fitur ini membantu bisnis bekerja lebih efisien, meningkatkan konversi, dan pada akhirnya membantu Anda untuk menekan Customer Acquisition Cost (CAC) pada bisnis Anda!

COBA GRATIS iSeller untuk biaya akuisisi pelanggan yang lebih efisien sekarang!

Leave a Reply

Discover more from iSeller Blog

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading