Apa Itu Sistem Konsinyasi dan Manfaatnya Bagi Bisnis Kamu - iSeller Blog

Pahami Apa Itu Sistem Konsinyasi dan Manfaatnya untuk Bisnis

apa itu sistem konsinyasi
apa itu sistem konsinyasi

Sistem konsinyasi menjadi salah satu cara berjualan yang cukup populer di kalangan pebisnis pemula. Kamu pun bisa menerapkan sistem ini demi meraup keuntungan yang lebih besar. Namun, pahamkah kamu dengan apa itu sistem konsinyasi? Jika belum memahaminya, iSeller akan menjelaskan seluk beluk mengenai strategi ini selengkapnya.

Apa Itu Sistem Konsinyasi dan Bagaimana Sistemnya?

Konsinyasi merupakan sistem penjualan, di mana barang dagangan dititipkan kepada agen atau seseorang agar dijual. Sistem konsinyasi mirip dengan sistem titip jual. Pihak yang menitipkan barangnya disebut consignor, sedangkan orang yang bertugas menjual barangnya disebut komisioner atau consignee.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Omset Penjualan Dengan Efektif

Kedua pihak terikat dalam perjanjian dalam sistem konsinyasi. Consignor mendapatkan laba dari hasil penjualan produknya lewat sistem ini. Begitu pula consignee, mereka akan mendapatkan komisi yang dibayarkan di akhir setelah periode penjualan. Kesepakatan lainnya mencakup sistem pengiriman barang serta jangka waktu sistem konsinyasi berlangsung.

Baik pihak consignor maupun consignee, keduanya sama-sama diuntungkan karena sistem konsinyasi. Selain mendapatkan komisi, consignee pun mendapatkan keuntungan lebih banyak pula. Biasanya, consignee memiliki lapak atau toko sendiri, jadi space yang kosong bisa dimanfaatkan untuk menjual barang consignor.

Pihak consignor pun tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk berjualan, apalagi bagi bisnis yang baru merintis. Alhasil, mereka dapat menghemat biaya operasional dan fokus pada peningkatan produknya. Consignor pun dapat melakukan proses eksposur atau distribusi produk lebih mudah dan murah berkat sistem ini.

Kesepakatan sistem konsinyasi bisa diperpanjang atau dihentikan apabila sudah lewat jangka waktu yang ditetapkan. Apabila ada barang yang tersisa atau tidak habis terjual, produk dikembalikan ke pihak consignor tanpa risiko apapun. Pihak consignee pun mendapatkan komisi sebesar 20-60% dari hasil penjualan tersebut, terlepas dari jumlah barang yang berhasil terjual.

Baca Juga: 4 Cara Menghitung Penjualan Bersih secara Akurat

Apa Manfaat Sistem Konsinyasi Bagi Pihak Pihak Yang Terlibat?

Baik pihak consignor maupun consignee, keduanya sama-sama mendapatkan manfaat dari sistem konsinyasi. Karena itu, sistem konsinyasi diminati oleh pebisnis, baik pemula atau pemain lama dalam dunia wiraswasta. Apa saja manfaat sistem konsinyasi yang membawa keuntungan ini?

1. Manfaat Bagi Consignor (Pemilik Barang)

Manfaat sistem konsinyasi bagi pihak consignor adalah:

1. Fokus pada Proses Produksi

Pihak consignor tidak perlu pusing mengurus penjualan serta strategi promosinya. Mereka cukup fokus dalam meningkatkan produksi barang, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Consignor pun dapat melakukan inovasi terhadap produknya agar sesuai selera atau permintaan pasar.

Proses penjualan, pemasaran, dan promosi sudah dilakukan sepenuhnya oleh consignee. Pihak consignee bertanggung jawab pula dalam mencari konsumen untuk membeli produk milik consignor. Alhasil, consignor hanya fokus pada produksi serta pengembangan produknya.

Baca Juga: 5 Cara Riset Pasar yang Perlu Kamu Ketahui

2. Penghematan Biaya SDM dan Operasional

Persoalan SDM, consignor tidak perlu lagi menambah tenaga kerja untuk bidang pemasaran dan penjualan. SDM yang dibutuhkan consignor cukup terkait bidang produksi atau administrasi. Mereka bisa menghemat banyak biaya, mulai dari sistem perekrutan hingga penggajian.

Begitu pula biaya operasional, consignor tidak perlu menyewa lahan untuk dijadikan toko. Belum lagi, mereka harus memikirkan biaya lainnya, seperti listrik, air, transportasi, dan lain-lain. Mereka hanya memanfaatkan toko atau lapak milik consignee saja untuk menjual produknya secara langsung.

3. Perluasan Pasar

Sistem konsinyasi, baik online maupun offline, memungkinkan produk atau barang tersebar di berbagai toko consignee. Apabila toko milik consignee memiliki banyak pelanggan, proses perluasan pasar jadi lebih mudah. Manfaat ini lebih terasa apabila produk dikemas secara menarik dan mampu menyita perhatian pelanggan saat melihat etalasenya.

Baca Juga: Biar Menarik, Simak Tips Desain Kemasan Produk Makanan Ini

Pihak consignor dapat melakukan pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya yang lebih besar lewat langkah ini. Mereka cukup mencari consignee yang tepat dan memercayakan sang consignee untuk menjual barangnya.

2. Bagi Consignee (Penjual Barang)

Pihak consignee mendapatkan manfaat tersendiri dari sistem ini, yakni:

1. Risiko Kerugian Kecil

Manfaat pertama bagi pihak consignee adalah risiko kerugian yang relatif kecil. Biasanya, kerugian ini muncul akibat ada produk cacat atau tidak laku terjual. Apabila hal tersebut terjadi, mereka cukup mengembalikan produknya ke pihak cosignor.

Pihak consignee tidak akan mendapatkan komisi kalau produknya tidak laku atau rusak. Kerugian tersebut tidak menjadi masalah lantaran mereka masih bisa mendapatkan laba dari produk lain yang dijual, termasuk produk mereka sendiri.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Laporan Laba Rugi Untuk Kegiatan Bisnis

2. Stok Produk Bertambah serta Variasi Produk

Rahasia toko mampu menarik banyak pelanggan adalah etalase atau display dengan sejumlah stok produk. Sistem konsinyasi ini membawa keuntungan karena consignee tidak perlu khawatir terhadap jumlah produknya. Mereka akan mendapatkan produk dari consignor terus-menerus sesuai kesepakatan.

Variasi produk pun menjadi keuntungan yang dirasakan pihak consignee. Rahasia umum pelanggan adalah mereka suka membandingkan produk sama dari brand yang berbeda. Peminat toko pun semakin bertambah dan mereka semakin betah saat berbelanja di toko consignee.

3. Tidak Butuh Modal Banyak

Sistem konsinyasi menjadi langkah bagi toko consignee dalam meraih keuntungan tanpa modal. Berbeda dengan pihak consignor, consignee tidak perlu memikirkan biaya produksi untuk memproduksi barang baru. Mereka hanya mengeluarkan modal untuk lapak berjualan produk consignor tersebut.

Consignee pun dapat menambah harga produk consignor yang dijual supaya mendapatkan keuntungan. Laba penjualan produk ditambah komisi dari consignor menjadi keuntungan sendiri yang dirasakan oleh consignee.

Agar penjualan berbasis konsinyasi berjalan lancar, consignee dapat menggunakan kasir POS dari iSeller untuk proses penjualannya. Kamu bisa melayani pembeli dengan sistem pembayaran berbeda hanya di sistem kasir ini. Rekapitulasi produk pun semakin mudah, jadi kamu bisa melaporkan hasil penjualanmu kepada consignor secara efisien. Coba free trial aplikasi POS iSeller dengan klik link ini.

Kalau kamu sudah memahami apa itu konsinyasi, tidak ada salahnya untuk menerapkan langkah ini. Sistem konsinyasi harus dilakukan berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak dan tidak ada satupun yang dirugikan.

multi-channel

Published by iSeller Team

Need to grow your business? Contact us at +62-812-1111-8300

Leave a Reply

Discover more from iSeller Blog

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading